dari tanah
merendahlah setanah
kau hadapkan lurus wajahmu
bersama ketulusan dan daya
yang kau pahat dalam rongga diri
syahdu kau lirihkan suara
hingga kau dengar nada udara
di antara jari-jari yang tengadah
dan jingkat kaki musim,
melintasi sabana fana
lalu kau pilih ucapan paling bunga
diiringi airmata rindu kupu-kupu
:”Aku selalu kembali padaMu
dalam tiap hembus, dalam tiap denyut,
dalam semangat yang kekal tersemat”
Sayup kau pun mendengar
gempita puja barisan malaikat
yang tak pernah usai
mengamin kan cinta para kekasih

Posting Komentar