Diantara kabut pagi dua anak manusia menyusuri jalan,temaram penerang jalan
menguraikan bayang, mereka adalah parto dan jupri yang menenteng belanjaan dari pasar.
” TO, kenapa ga naik motor saja?,malah capek-capek jalan,bawaannya berat tau”keluh jupri sambil berhenti tepat di depan koran shop.
“ya itung-itung sambil berolahraga,mumpung jalan masih sepi jadi ndak ada polusi pri,ya sudah klo berat sini saya yang bawa” parto sabar menemani jupri melihat-lihat head line news beberapa koran pagi ini.
“tunggu to,saya mau beli koran dulu,nich peganngin dulu kangkungnya.”
“lha bagus pri,membaca itu menjauhkan kita dari kebodohan.nanti saya pinjem ya” tangan parto meyambut tas plastik yg berisi kangkung dan sawi.
“memangnya brita apa yang membuatmu membeli koran pri?”
“ini saya merasa jengkel membaca brita tentang jagal anaknya sendiri yang hangat dibicarakan di koran-koran,ech setelah anaknya di bantai dengan keji sekarang menyesal,gampang sekali bilang meyesal,kilaf,karena bisikan setan halah.” gumel jupri sambil meneruskan perjalanan dan menyelipkan lipatan koran di antara ketiaknya.
“begitulah pri,jika manusia sudah tidak ada lagi yang di kambing hitamkan dan
rasa penyesalan menusuknya,maka manusia menghidupkan mitos setan.jika setan terus dijadikan kambing hitam dalam setiap kelengahan pengendalian nafsu
manusia bisa dibilang manusia tidak akan bersalah,lha tiap ada kesalahan pasti karena setan bagaimana itu,kasihan sekali setan ya.. ga ikut-ikut malah disalahkan.”
“oo..iya juga ya to,kenapa mesti mebawa-bawa setan dan menudingnya berbuat kejahatan”
“makanya itu pri,manusia memiliki bakat jahat meskipun tidak diajarin sudah pandai untuk melakukannya”
mereka masih asyik ngobrol memecah kebekuan pagi sambil mengayuh kaki mengukir jejak pagi.
copy:baliazura

Posting Komentar